Tools yang Membantu Saya Menjadi Produktif

Saya lumayan sering ditanya bagaimana bisa membagi waktu untuk bekerja di startup unicorn di Indonesia, rutin nulis blog, menelurkan buku, rajin membuat screencast di IDRails dan juga membuka kelas online Ruby dan Ruby on Rails. Beberapa malah dengan polos bertanya Memang kerja di Bukalapak ga sibuk ya Mas? Masih sempat bikin screencast dan lain-lain atau pun pertanyaan lain yang intinya sejenisnya. Seingat saya sudah ditanya seperti itu lebih dari 1 kali.

Jawabannya sebenarnya sudah saya sampaikan meskipun mungkin secara tersirat di sini. Sebenarnya ada banyak poin yang bisa memberikan jawaban dan salah satunya adalah dari tools yang saya pakai karena dengan fitur-fitur tertentu dari suatu tools membuat saya jadi nyaman dan menikmati untuk mengerjakan sesuatu.

Postingan ini saya pakai untuk menceritakan tools apa yang saya pakai supaya produktif. Harap diperhatikan bahwa semua ini adalah preferensi pribadi saya, boleh setuju boleh tidak asal jangan mencak-mencak 😏

Code Editor – Vim

Apapun bahasa pemrograman dan frameworknya, seorang developer akan selalu menggunakan text editor. Makanya, sangat rasional kalau kita melakukan investasi lebih di code editor. Perjalanan saya dari Visual Studio (mantan developer C#), Sublime Text dan hingga akhirnya Vim saya tempuh karena sadar hal itu tadi, text editor memegang peranan sangat penting.

Saya pengguna setia Vim sejak setahun setengah yang lalu (pengalaman saya belajar vim bisa di baca di sini, di sini dan di sini), baru anak kemarin sore itungannya tapi kerasa bener produktifitas setelah saya pakai Vim. Di Vim, kita dipaksa untuk menggunakan cara yang efisien sejak pertama belajar, tidak seperti editor lainnya yang gampang menggunakannya tapi justru belum tentu menggunakan cara yang efisien.

Sampai saat ini saya selalu menggunakan Vim untuk kegiatan tulis menulis apapun di komputer. Misal pun saya menggunakan Sublime Text, keybinding-nya saya set ke Vim (gini caranya). Bisa gitu? bisa banget. Vim itu nyawanya ada di keybinding-nya menurut saya. Jadi terlepas apapun editornya kita bisa menggunakan keybinding vim, ga perlu ngapalin shorcut-shorcut yang beda-beda tiap editor, cukup pakai cara Vim.

INGIN BELAJAR VIM?

Belajar di IDRails.com, gratissss

https://www.idrails.com/series/vim-untuk-semua

iTerm2 + oh-my-zsh

Programmer mana hayo yang sehari-harinya tidak berkutat dengan terminal? Mungkin programmer .NET ya (berdasarkan pengalaman pribadi dulu, gak tahu apakah sekarang sudah perlu bermain dengan terminal atau enggak). Terminal adalah tools wajib yang perlu dipelajari kalau mau jadi programmer, tidak bisa tidak.

Untuk urusan terminal saya menggunakan program iTerm2. Kemudian shell-nya yang saya pakai adalah zsh dengan framework oh-my-zsh. Defaultnya shell yang ada di terminal itu namanya bash. Nah yang saya pakai ini alternatifnya. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan menggunakan oh-my-zsh tentunya selain tampilannya yang keren seperti misalnya untuk pindah folder tidak perlu menuliskan cd, autocomplete-nya mantap dan lain-lain.

INGIN BELAJAR TERMINAL?

Gratis lagi nih di IDRails

https://www.idrails.com/series/belajar-command-line-dari-dasar

Tmux

Inilah tools kecil dengan learning curve landai tapi memberikan manfaat yang seabrek. Tmux ini investasi tools terbaik yang saya ambil di tahun 2017. Kebetulan saya pakai Vim yang mana dia jalan di dalam terminal dan Tmux ini adalah management terminal jadi pakai Vim yang di-combo dengan Tmux adalah sesuatu yang luar biasa.

Saya pakai tmux session untuk mengelompokkan kerjaan saya by task. Soal tmux sudah pernah saya tulis di tulisan ini.

INGIN BELAJAR TMUX?

Lagi-lagi gratis di IDRails

https://www.idrails.com/series/menjadi-dewa-terminal-dengan-tmux

Rasanya sekarang malah jadi sulit kalau kerja dengan kondisi yang saya temui sehari-hari ini kalau tidak pakai tmux. Tandanya saya sudah kecanduan ya.

Screenflow

Sebagai screencaster yang rajin membuat konten, investasi di tools screencasting saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Pilihan saya jatuh ke screenflow.

Di screenflow ini selain kita bisa merekam baik layar maupun suara, kita bisa juga lho pakai untuk mengedit rekaman. Sangat saya rekomendasikan buat yang mau serius nge-screencast. Oh iya screenflow ini hanya tersedia untuk mac. Buat yang di windows bisa pakai camtasia, please beli jangan pakai yang bajakan. Ga modal amat.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *