Programmer Panutan Saya

Beberapa hari yang lalu Mas Irfan, front-end engineer di Blibli membuat status facebook yang menarik. Beliau bertanya, siapa programmer lokal dan internasional yang menjadi semacam panutan bagi kita. Statusnya lumayan rame dan mendapat banyak komentar yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan. Dari nama-nama yang disebutkan, beberapa saya sudah kenal dan beberapa belum.

Pertanyaan ini menarik untuk dibuat satu blog post tersendiri alih-alih hanya sekadar menyebutkan nama programmer-programmer yang saya kagumi pada kolom komentar. Menyebut nama mereka tentunya didasari dengan suatu alasan tertentu, tidak asal njeplak. Makanya saya ungkapkan semuanya di tulisan ini.

Yang pertama adalah programmer lokal panutan. Dengan tanpa ragu-ragu saya akan menjawan Mas Eko Kurniawan dan Pak Endy.

Alasan pertama adalah mereka berdua mau sharing lewat blog. Sudah pernah saya tulis di artikel ini yang iseng saya tulis untuk lomba di internal Bukalapak, kalau kita itu kekurangan orang jago yang mau menyempatkan waktunya untuk sharing lewat blog. Ya ya semua orang memang sibuk dan punya prioritas masing-masing, tentu tidak bisa disalahkan. Jadi lebih baik yuk rajin nge-blog. Dimulai dari diri sendiri.

Alasan kedua : mereka berdua jago. Yang ini sudah teruji dan terbukti di industri IT Indonesia.

Kalau mereka berdua sekadar jago, buat apa saya menjadikan mereka panutan hehe. Banyak yang jago di Indonesia ini kok. Yang mau sharing ilmu lewat blog? hmm sangat sedikit.

Menjalin kedekatan dengan seseorang secara tidak langsung sambil sharing pengetahuan menurut saya masih paling efektif adalah dalam bentuk tulisan. Blog atau buku, bebas. Kuncinya adalah dalam bentuk tulisan.

Saya masih ingat waktu jaman-jaman awal belajar Java, mereka berdua ini panutan saya. Bahkan sampai sekarang pun ketika sudah tidak lagi belajar Java hal itu juga masih berlanjut. Udah terlanjur membekas di perjalanan karir saya jasa mereka berdua 🙂

Alhamdulillah diberi jalan kenal dengan beliau berdua. Kalau dulu mungkin sungkan atau malu-malu kalau mau nanya lewat pm, sekarang sih langsung-langsung aja hehe. Ketemu offline dengan Pak Endy sudah pernah, dengan Mas Eko yang belum. Padahal sama-sama di Jakarta.

Jadi inget quote ini “Work until your idols become your rivals.” Tapi masih jauh banget sih perbedaannya 😄

Yang kedua adalah programmer luar atau internasional yang dijadikan panutan. Di sini saya pun cuma punya 2 nama. DHH aka David Heinemeier Hansson dan satu lagi Scott Hanselman.

Si DHH ini kalau kamu belum tahu, adalah orang yang pertama kali mengembangkan framework Ruby on Rails. Selain jago ngoding, doi juga pebisnis. Sifat pebisnisnya inilah yang saya suka karena menjadikan dia pragmatis dalam ngoding.

Salah satu sifat kurang baik yang justru saya suka dari dia adalah songong dan arogannya. Beberapa kali dia diprotes di internet baik soal Rails atau pun hal lain karena dia mengambil kepragmatisan dalam ngoding dan ditanggapin dengan arogan tapi beralasan.

Paman DHH ini sampai sekarang masih aktif ngeblog di https://m.signalvnoise.com. Jangan berharap dia akan membahas segi teknis, di situ dia dan rekan-rekannya dari Basecamp (perusahaan dia) lebih banyak berbicara soal startup dan gaya hidup dari sisi anak tech. Dari luar memang dia tidak kelihatan engineer banget. Jauh sekali dibandingkan dengan image yang melekat pada Addy Osmani atau pun Dan Abramov.

Saya pribadi cenderung seorang engineer yang gak “engineer banget”. You know-lah yang kelakuannya aneh-aneh gimana gitu dan mempermasalahkan hal kecil yang tidak jarang sebenarnya bukanlah hal yang krusial haha. Saya justru boleh dibilang seorang yang pragmatis. Lebih mengedepankan bisnis dari pada kode. Dan saya amati, hal itulah yang terjadi pada DHH.

Tapi jangan juga mengartikan pragmatis ini berarti tidak memperhatikan sama sekali kerapian dan ke-clean-an kode yang ditulis. Bukan, bukan seperti itu. Ada batas-batas yang masih sulit saya jelaskan.

Scott Hanselman. Pertama denger nama dia pas masih bergelut dengan .NET. Yang saya sangat sukai dari dia adalah dia ini benar-benar seorang guru sejati. Dia ngeblog dengan sangat rajin, silakan cek blognya di hanselman.com. Dalam bulan Januari ini saja dia sudah membuat 4 blog post.

Selain itu dia juga jago ngomong di depan publik sambil menyampaikan topik-topik yang menarik terutama soal produktifitas. Ini salah satu talk dia yang wajib kamu tonton supaya sadar bagaimana kita kalau mau menjadi manusia yang produktif.

Semakin dekat dengan dia, kamu akan tercengang betapa produktif sekali dia melihat tumpukan semua pekerjaan yang dia lakukan. Kamu bisa jadi malu sendiri kalau melihat sudah seberapa produktif dirimu.

Overall, saya tidak pernah menjadikan panutan orang yang hanya jago teknikal karena seperti materi status Facebook yang pernah di-share Natali Ardianto (ex CTO Tiket), bahwa kesukseskan finansial seseorang dari segi teknikal itu hanya 15%, yang 85% justru dari softskill.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

2 thoughts on “Programmer Panutan Saya

  1. Menarik sekali mas Agung. Kalau panutan saya sepertinya yang menulis artikel ini. Karena selain ahli dalam dunia pemprograman, juga rajin berbagi ilmunya melalui tulisan. Semoga ada kesempatan bisa ketemu Mas Agung, ya walaupun saat ini saya masih jauh dari kata “ahli pemprograman”. Oh iya, Mas Agung asli orang jawa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *