Perusahaan-Perusahaan yang Mengubah Hidup Saya

Pernah berpikir secara mendalam gak atau sekadar merenung ringan tentang apa yang kita lakukan saat ini atau bagaimana kita melakukan suatu kegiatan tertentu tanpa adanya produk dari perusahaan-perusahaan yang rutin kita gunakan?

Saat terjebak macet akhir pekan beberapa waktu yang lalu dalam perjalanan dari ITC Kuningan ke tempat tinggal, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan bapak pengemudi gocar yang mana salah satunya adalah tentang Gojek itu sendiri. Yang saya lontarkan tentang Gojek apalagi kalau bukan pernyataan bahwa Gojek memang memberikan dampak perubahan terhadap cara kita hidup.

Akan sangat terasa kehadiran inovasi-inovasi dari perusahaan-perusahaan yang produknya mengandalkan IT di Indonesia dalam kurun waktu 2-8 tahun belakangan ini.

Di tulisan ini saya mau cerita soal perusahaan-perusahaan yang mengubah cara saya menjalani hidup tentunya dari segi hidup saya pribadi ya. Saya membandingkan apa yang berubah dari hidup saya setelah adanya inovasi dan berandai-andai juga bagaimana jadinya jika inovasi tersebut tidak sampai di kehidupan saya.

Cuma saya ambil beberapa perusahaan. Kalau dipikir secara mendalam dan detail pasti akan ada banyak yang saya sebutkan di sini. Saya batasi saja yang menurut saya memiliki dampak terbesar dan bisa diketahui secara gampang hanya dengan melamun di tengah macetnya Jakarta di akhir pekan.

Bukalapak

Saya membuat teori yang sudah saya publish lewat facebook (haha). Teorinya berbunyi semacm ini :“Perusahaan yang paling memberikan dampak di kehidupan kita adalah perusahaan di mana kita bekerja.”

Benar kan alias tidak salah? ?

Ya untuk poin ini cukup jelas. Sejak kerja di Bukalapak banyak perubahan yang terjadi di hidup saya. Dari mulai pendapatan yang lebih baik, nambah temen engineer banyak, bisa masuk kerja siang :p, belajar banyak hal, belajar tentang produk; tidak melulu soal teknologi, makan siang gratis jadi lebih hemat dan setresnya juga nambah lah pasti hahaha.

Oke, poin ini sifatnya tidak nyambung dengan produk dari Bukalapak itu sendiri padahal saya mau cerita tentang inovasi dari perusahaan ini. Jadi mari kita pindah ke poin kedua.

Dampak apa yang diberikan Bukalapak?

Jelas. Belanja barang jadi lebih gampang. Sudah beberapa kali saya membeli buku lewat sini. Beli pulsa beuuh apalagi. Sekitar awal 2015 pas saya masih seneng-senengnya berburu buku-buku Pramoedya Ananta Toer, saya menggunakan Bukalapak buat mencari karya-karyanya. Pas mau beli macbook pro saya juga nyari-nyari barang di Bukalapak buat referensi walaupun pada akhirnya beli langsung ke authorized seller.

Beli pulsa sama tiket kereta ga boleh ketinggalan karena ini yang sering saya beli. Dulu beli pulsa mesti ke tukang jual pulsa, sekarang cukup lewat aplikasi mobile. Tiket kereta, dulu saya belinya di web resmi KAI yang mana ga enak UX-nya bagi saya. Begitu Bukalapak jualan tiket juga, saya tidak pernah berpaling.

Ya pada intinya situs jualan barang membuat perubahan di hidup kita di cara kita berbelanja atau membeli sesuatu dan akses yang lebih mudah. Misalnya barangnya yang jual hanya orang Tegal dan untuk membelinya harus ke sana, contohnya adalah kerupuk antor. Jaman dulu mau ga mau kita harus ke Tegal untuk beli kerupuk antor. Atau cara yang lain nitip saudara kita yang ada di Tegal (kalau ada) untuk membelikan kemudian minta tolong juga untuk sekalian ngirim. Merepotkan.

Ya itu sih yang paling kerasa dari adanya Bukalapak. Jaman dulu mau beli barang yang tidak ada di sekitar kita maka harus keluar kota. Kemudian jaman toko online, kita nyarinya di Google sambil was-was terpercaya enggak tokonya, takutnya malah tipu-tipu. Sekarang mah nyari barang yang ga bisa dibeli offline ya nyarinya langsung di Bukalapak.

Gojek

Sebelum gojek ramai, kalau mau pulang ke rumah orang tua, saya selalu naik bus untuk pergi ke stasiun. Nah karena Jakarta macet itu bisa datang kapan aja maka saya selalu berangkat sekitar 2 jam sebelum waktu keberangkatan kereta. Sejak ada gojek, ya saya selalu naik gojek, dijamin lebih cepet sampai dan ga khawatir ketinggalan kereta.

Mau pergi ke tempat yang agak jauh dan males naik motor? gojek to the rescue hehe. Tahun lalu pas saya berpetualang membeli PS4 di STC Senayan dan monitor di ITC Mangga Dua saya manfaatin gojek. Ga mungkin banget kalau pakai motor sendiri, ribet juga kalau ngangkot karena baliknya bawa 2 kardus besar. Ya jadinya saya berangkat pakai gojek motor dan pulangnya pakai gocar.

Di beberapa kesempatan di mana saya lagi ga mood ngantor naik motor, saya buka aplikasi gojek terus pencet-pencet di situ, eh tau-tau ada Mas-Mas datang di kosan dan nganterin saya ke kantor :O

Oh iya hampir lupa disebut, gofood 😀

Enak banget bro pesen makanan lewat gofood. Saya suka dengan Waroeng Steak. Sayangnya letaknya jauh. Mau ke sana malas jauh dan macetnya yang gila. Gofood-in aja, kelar. Pernah juga tengah malam lapar pengen makan KFC, gofood lagi yang bisa nolongin.

Yang lumayan terbaru adalah terintegrasinya gosend dengan metode pengiriman barang di Bukalapak. Pakai gosend ini dijamin barang akan sampai di hari yang sama. Sejak adanya fitur ini maka tiap kali belanja di Bukalapak saya selalu mendahulukan penjual yang berada di Jabodetabek dan menyediakan opsi pengiriman menggunakan gosend karena saya ingin cepat-cepat mendapatkan barangnya.

Google

Dapat error pas ngoding, buka google, nemu solusinya.

Pengen belajar xxx, buka google, ketik “xxx tutorial”, dapat materi, belajar.

Ada lagi yang mau ditanyakan soal di bagian mana google mempengaruhi hidup saya?

Sampai heran saya, gimana programmer jaman dulu ngodingnya ya pas belum ada Google? Perlu sungkem nih.

Facebook

Nah ini. Facebook punya dampak baik dan buruk yang saya rasakan.

Dampak buruk dulu deh : buang-buang waktu untuk hal yang ga penting.

Pakai kira-kira, rasanya hanya 5% informasi yang didapat yang memang benar-benar bermanfaat. Sisanya biasa saja dan ga jarang juga yang masuk kategori sampah. Kalau nemu yang sampah gitu orang yang nyebar langsung saya unfollow.

Dampak baik : punya banyak teman baru di dunia maya yang satu profesi. Dan karena punya banyak banyak temen baru itu juga jadi kalau saya promosi produk yang saya buat seperti buku Vim untuk Semua, IDRails, dan juga kursus online Ruby dan Ruby on Rails yang saya buka menjadi lebih gampang karena secara otomatis audiensnya semakin banyak.

Kalau teman-teman perusahaan apa yang mengubah cara hidupmu?

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

2 thoughts on “Perusahaan-Perusahaan yang Mengubah Hidup Saya

  1. “Perusahaan apa yang mengubah cara hidupmu?”

    lha jelas semua orang juga pasti tahu jawabannya, perusahaan produksi coklat. lanjutkan gan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *