Mengukur Kekuatan Home Row dari Layout Keyboard Dvorak

Tahun 2017 saya pernah belajar menggunakan layout keyboard Dvorak. Walau pun hasil akhirnya gagal, dalam artian akhirnya saya balik lagi ke layout qwerty, tetap saya mengakui keefisienan dari pergerakan jari saat mengetik menggunakan dvorak, terutama untuk kata-kata dalam bahasa inggris.

Bila dibandingkan dengan qwerty yang home row-nya terdiri dari huruf a, s, d, f, g, h, j, k, l, dvorak yang tediri a, o, e, u, i, d, h, t, n, s bisa jauh lebih banyak membentuk kata bahasa inggris. Artinya pergerakan jari kita efisien/minim loncat ke sana-sini untuk menyusun suatu kata.

*nix operating system seperti MacOS dan distro linux memiliki file dictionary bawaan yang terletak di /usr/share/dict/words. Bisa kamu intip isinya dengan text editor atau langsung di command line menggunakan cat /usr/share/dict/words. Kita manfaatkan file ini untuk mengetahui ada berapa kata yang bisa disusun hanya dengan modal huruf-huruf yang ada di home row dari masing-masing layout.

Berikut kode dari program kecil dan barbar yang saya buat menggunakan Ruby untuk menghitung.

Pada intinya saya memanfaatkan operator <= untuk mengetahui apakah suatu set merupakan subset dari set lainnya. Subset maksudnya adalah apakah set yang berada di sebelah kiri merupakan bagian dari/tersusun dari set yang berada di sebelah kanan.

Hasil akhirnya, dvorak mampu menghasilkan 3548 kata sedangkan qwerty cuma 227 kata. Jauh sekali mas bro.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Seorang Software Engineer di BukaLapak, penulis buku, blogger, gunpla builder, tech educator.
Simak pemikiran saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *