Mencoba Menjadi Ruby Evangelist

Kata Ruby evangelist terdengar berat ya. Bukan hanya dari segi misi yang dibawa yaitu membuat masyarakat IT di Indonesia jadi kenal dan penasaran ingin mencoba apa itu Ruby tapi juga berat dari segi nama yang disandang, apalagi kalau gak ada yang bayar lol.

Sebutan evangelist biasanya diasosiasikan kepada orang yang sudah jago tentang apa yang dia promosikan. Kaku rasanya kalau ada yang nanya soal x tentang Ruby tapi ga bisa jawab. Tapi mau seberapa jago kita sampai pede untuk menjadi self proclaimed evangelist? Padahal kita tahu, banyak orang lain yang lebih jago dari kita. Tetangga kita, teman kuliah kita, rekan setim di kantor, teman seprofesi di dunia maya, pasti ada saja salah satu dari mereka ini yang lebih jago dari kita, bahkan jauh lebih jago.

Jadi balik lagi, mau sampai kapan nunggu jadi pede?

Padahal kalau kita buka wikipedia, yang dimaksud dengan technology evangelist adalah a person who builds a critical mass of support for a given technology, and then establishes it as a technical standard in a market that is subject to network effects.[1] An evangelist promotes the use of a particular product or technology through talks, articles, blogging, user demonstrations, recorded demonstrations, or the creation of sample projects.

Di situ tidak ada kata eksplisit yang menyebutkan soal jago. Yang jadi poin penting adalah ada di builds a critical mass of support for a given technology dan promotes the use of a particular product or technology through talks, articles, blogging ….

Intinya tech evangelist itu gencar mempromosikan suatu teknologi tertentu baik itu lewat talk, artikel di blog, rekaman video / screencast, live coding, dll

Jadi boleh dong kalau saya yang ilmunya cuma segini ini memproklamasikan diri sebagi Ruby evangelist ?

Niat saya hanya ingin supaya yang lain tahu dan penasaran tentang Ruby lantas mencobanya karena saya sendiri merasakan asyiknya ngoding pakai Ruby. Sesimpel itu aja.

Dengan modal IDRails, tulisan-tulisan Ruby di blog ini dan juga status-status facebook saya yang isinya bolak-balik soal Ruby, saya ingin mewujudkan niat saya itu, menyebarkan virus Ruby di Indonesia, at least biar ga kalah telak sama PHP lah yang ntah kenapa setiap anak IT yang main programming kok tahu PHP (ini perlu diselidiki dengan serius), hahaha becanda.

Yang kurang adalah, penyebaran virus Ruby di kampus-kampus dan acara komunitas yang sifatnya offline. Acara seperti ini sebanyak-banyak jumlah pesertanya jika dibandingkan dengan media digital masih lebih banyak jangkauan materi digital menurut saya. Bisa dibaca / ditonton berulang-ulang lagi. Tapi tetep, soal emosi dan greget lebih dapat yang offline.

Oleh karena itu, mulai sekarang saya membuka diri kalau ada yang mau mengundang saya untuk sharing seputar Ruby dan juga IT programming secara umum, ngomongin karir, kerjaan dll yang relevan.

Gak usah tanya soal fee atau bayaran. Diundang saja saya sudah seneng banget. Dikasih transportasi sama akomodasi sudah merasa cukup. Yang penting itu tadi, saya bisa bergerak mewujudkan salah satu impian saya untuk mbacot soal Ruby hahaha.

Saya mulai memberanikan diri juga untuk mengajukan diri jadi pembicara di acara meetup dan submit paper untuk conference.

Alhamdulillah sudah ada yang menawari untuk sharing di Surabaya nanti pada bulan Agustus / September.

Jadi kalau mau ngundang saya, silakan saja, gratis!

Ini kontak saya
telegram : @agungsetiawancom
facebook : https://facebook.com/agungsetiawanmu

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *