Macbook Pro Retina 128 Gb SSD, Cukupkah?

Halooo.. semakin tua saya merasa semakin punya ide tulisan untuk blog yang tidak melulu mengenai kodingan. Di tulisan kali ini saya memang tidak akan membahas mengenai kodingan sama sekali tetapi masih ada hubungannya sedikit.

Macbook Pro Retina 128 Gb SSD

Saya kadang suka berpikir nyleneh, salah satunya seperti ini : kalau melihat orang-orang yang menggunakan laptop Macbook Pro tampak mereka ngodingnya pada jago. Biasanya kesimpulan yang umum didapat adalah : mereka sudah jago/profesional/banyak duit jadi (pantas) membeli Macbook Pro.

Berhubung nyleneh tadi maka pikiran saya adalah : biar ngodingnya jago seperti mereka berarti saya harus punya Macbook Pro. Aslinya sih karena memang pengen punya MBP saja ?.

Pemikiran seperti di atas itu tidak salah juga sih karena :
1. Uang-uang sendiri ?
2. Saya kerja memang mengandalkan laptop (disamping otak yang nomor 1).
3. Bisa jadi (dan saya pribadi yakin) dengan punya MBP semangat belajar dan cari rezeki jadi meningkat, berlipat ganda, aamiin.

Retina vs Non Retina

Sebelumnya saya sama sekali tidak mengetahui perbedaan antara MBP Retina Display vs Non Retina Display kecuali dari sisi layar.

Pertama kali survei lapangan untuk tahu perbedaan keduanya adalah di iStore yang berada di dalam Poin Square, Lebak Bulus. Perbedaan cukup jauh ternyata baik dari fitur maupun harga. Awalnya saya merasa non retina akan saya pilih karena ah buat apa retina display toh bukan orang desain. Wee setelah lihat barangnya langsung kebalik, pokoknya yang retina!.

Terlebih lagi kemudian setelah mengobok-obok forum kaskus saya mendapatkan informasi baru bahwa Mbp non retina yang ada di toko adalah teknologi tahun 2012. Sekarang sudah tahun 2015 bahkan sebentar lagi tahun 2016. Sangat sayang membeli barang baru namun teknologinya tahun 2012.

Uang, Uang, Uang ???

Kalau menggunakan variabel dan assignment seperti pada bahasa pemrograman, harga MBP retina display berdasarkan ukuran media penyimpanannya adalah seperti ini :

Harga x adalah rahasia haha silahkan dicek sendiri, sedangkan perbedaan nilai 3 juta adalah pembulatan saja karena aslinya lebih, seingat saya tidak sampai 3.5 juta (tetap bervariasi antar toko).

Nah loh dengan selisih harga yang mencapai 3 jt-an membuat saya berpikir untuk beli yang mana. Seketika opsi 512 Gb langsung saya hilangkan karena masih terlalu mahal (walaupun semuanya memang mahal) dan setelah dipikir-pikir ukuran sebesar itu akan tersisa banyak karena saya lebih memilih menyimpan berkas di media penyimpanan eksternal. Pun jadi bisa menghemat anggaran sebesar 3 juta hehe.

Next, tinggal ada 2 opsi, 128 Gb vs 256 Gb

128 Gb vs 256 Gb

Di sini pertarungan yang sebenarnya terjadi. Karena ini urusannya dengan uang dan masalah performa laptop maka harus dipertimbangkan benar-benar.

Inginnya sih 128 Gb saja biar hemat tapi feeling saya mengatakan sepertinya akan kurang kalau cuma segitu. Dan penyelidikan pun dimulai.

Storage dan bisa dikatakan semua fitur yang disediakan oleh hardware laptop sebenarnya tergantung dengan kebutuhan kita masing-masing. Akan tetapi, memang kalau uang yang dimiliki banyak bisa sesukanya.

Berangkat dari hal tersebut maka yang saya lakukan adalah membuat daftar aplikasi apa saja yang wajib saya instal.

Kebutuhan saya yang wajib nantinya adalah :

Di Mac Os
– Ruby
– Ruby on Rails
– Git
– Sourcetree
– MySql
– PostgreSql
– XCode
– Parallel Desktop

Di Windows
– Visual Studio
– Sql Server
– Git
– Git Extensions and or Sourcetree

Untuk masalah file dokumen, musik, film dll tidak saya permasalahkan karena seperti sudah saya bicarakan tadi, ada hd eksternal.

Singkatnya setelah tanya sana sini baik kepada teman sesama .NET developer yang menggunakan MBP maupun melalui situs Quora maka kesimpulannya adalah 128Gb kurang dan secara otomatis pilihan saya jatuh ke 256Gb.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

11 thoughts on “Macbook Pro Retina 128 Gb SSD, Cukupkah?

  1. sy bukan .NET developer cuma bantu kasih masukan aja tp
    256 sekalian mas, file movie bisa lah dikasih ke external, tapi file dokumen, file musik yakin nyaman ditaro external? kurang mobile menurutku mas hehe

  2. Better sih menurut saya yang 250 GB sekalian Gung. Kalau yang 128 pasti bakal tek tok sama External HDD. Sebenernya bisa sih diakalin pake External SSD dengan port USB 3.0 atau thunderbolt. Tapi ya itu, teknologi itu sama mahalnya dengan upgrade SSD di Mac. Anyway, bawaannya jadi nambah juga.

    Kalau mau enak emang di 500 GB minimal. Cuma kalau lagi budget minim ya minimal 250 GB daripada nanti baru 1-2 tahun pengen upgrade kan sayang.

    -an-

  3. Kalo ane seh pake Macbook Pro no retina om. Mau yang retina kantong gak sanggup T_T . dan hasilnya macbook tak bongkar + ganti Ocz Vertex SSD 128Gb (jangan di tiru). yang HDD asliya tak pake jd HDD external… 128 cukuplah buat coding + vagrant serta box2 nya, tanpa dual OS ye… 😀

  4. kalau saya pakai yang 128 😀

    karena urusan movie : pakai netflix
    music : spotify

    ngoding : langsung SFTP pakai cyber duck
    File2 office : langsung saya pindahin ke google drive.

    gitu sih.. hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *