Catatan #1 Belajar Ruby dan Ruby on Rails

Saya sudah tertarik dengan Ruby on Rails sebenarnya dari sekitar pertengahan tahun 2010. Waktu itu awal-awal belajar bahasa pemrograman C# (masih console dan desktop belum web) dan PHP. Dari belajar PHP itu saya mendengar tentang Ruby on Rails. Ketertarikan cuma sampai pada men-download vidio tutorial Rails yang pada akhirnya tidak saya tonton/pelajari.

Catatan belajar ruby dan ruby on rails

Berlanjut sekitar tahun 2012 saya kembali tertarik dengan Rails. Kali ini ada kemajuan dengan sempat tahu bagaimana membuat kelas dan objek di Ruby (sempat saya pamerkan juga di socmed wkwk) dan kagum dengan kemampuan Ruby untuk bisa melakukan hal di bawah ini

Lagi. Ketertarikan cuma sampai situ karena memang sintaksnya yang aneh (tidak ada semicolon ; ) dan lain sebagainya sampai saya sendiri lupa kenapa tepatnya kok malas melanjutkan belajar Ruby dan Rails.

Tahun kemarin pun (2014) saya sempat belajar Rails hingga mampu membuat CRUD dengan menggunakan 1 tabel (sangat standar lah ya haha). Dan lagi, cuma sampai itu kemudian tidak dilanjutkan belajarnya.

Oh iya, pada periode yang sama saya menargetkan salah satu impian saya adalah bisa menguasai Ruby on Rails. Saya menuliskannya pada apa yang orang-orang bilang dream book supaya termotivasi.

Sepertinya mood saya untuk belajar Rails kambuh setiap 2 tahun ya? πŸ˜€

Ternyata tidak juga karena tahun ini (2015) tepatnya sekitar bulan Juni-Juli saya kembali belajar Rails menggunakan buku yang ditulis oleh Michael Hartl. Namun seperti yang sudah-sudah, belum selesai membaca bukunya sudah mandek lagi belajarnya πŸ™ .

Nah kali ini semangat itu muncul lagi, dan dari yang saya rasakan dan niatkan akan berjalan seterusnya, beriringan dengan semangat saya untuk menguasai ASP.NET MVC (kenapa belajar dua-dua an?).

Oke, jadi setelah saya teliti, hal utama yang menjadikan saya sering berhenti belajar rails adalah karena tidak familiar dengan sintaks ruby dan masalah lain adalah tidak langsung praktik ngoding untuk membuat sesuatu sehingga nempel di otak.

Tiba-tiba lihat sintaks seperti ini saya bingung

Hah? itu apaan? apa bedanya : yang ada di belakang dengan : yang ada di depan?. Atau yang lebih mengerikan lagi ini

Kesimpulan saya adalah saya harus belajar Ruby dulu dasar baru kemudian melangkah ke Rails. Kalau sudah tahu dasar dari Ruby maka saya kira belajar Ruby sambil jalan belajar Rails akan oke oke saja. Akan tetapi, kalau belajar Rails sambil belajar Ruby dari 0 menjadi mengerikan, itu pendapat saya pribadi dan pengalaman saya mengatakan demikian.

Berbekal hal di atas maka langkah-langkah berikut ini yang sudah saya ambil sampai saat ini dalam rangka belajar ruby dan rails.

1. Ruby Course di Codecademy

Belajar dari buku itu bagus tapi kalau sedang bosan lebih baik gunakan pembelajaran yang interaktif, salah satunya adalah codecademy.

Saya belajar dasar Ruby di sini dan sekaligus langsung praktik menggunakan kasus-kasus yang diberikan oleh codecademy.

Setelah menyelesaikan kursus yang cukup singkat ini saya menjadi pede untuk melanjutkan ke kursus selanjutnya yaitu….

2. Ruby on Rails Course di Codecademy

Semua berjalan lancar ketika belajar rails setelah tahu dasar dari Ruby. Sudah ngerti bedanya : yang ada di belakang dengan : yang ada di depan hahaha.

Rails yang diajarkan di sini dasar banget, tapi cukup baguslah untuk pemula dan yang terpenting ada contoh kasus yang harus kita kerjakan.

3. Ruby on Rails Authentication Course di Codecademy

Lanjutan dari kursus sebelumnya namun khsusus membahas masalah login ke sistem. Sangat dasar juga karena hanya membahas authentication menggunakan session, tidak membahas authentication menggunakan gem yang terkenal seperti devise.

4. Membuat project menggunakan Rails

Nahhh kali ini bisa dikatakan terjun langsung ke medan laga mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari.

Dengan membuat project seperti ini kita bisa langsung merasakan bagaimana enak atau tidaknya menggunakan rails dan juga biasanya akan menemui masalah-masalah yang nantinya menjadi sebuah pengetahuan baru bagi kita.

Untuk metode belajar ini saya membuat program ceklis, bisa juga dikatakan to do list app. Fiturnya :
– Register
– Login
– Logout
– Menampilkan/membuat/mengedit/menghapus project
– Menampilkan/membuat/mengedit/menghapus task/ceklis untuk tiap project
– Project dan task per user, user lain tidak bisa mengintip

Project tersebut saya pajang di github.

4. Membaca Pengalaman Orang Lain di Medium

Sesuatu yang kita hadapai biasanya sudah pernah dialamai oleh orang lain sebelumnya. Akan sangat menguntungkan jika kita bisa mengambil pelajaran dari orang tersebut, istilahnya belajar dari pengalaman orang lain.

Orang-orang di belahan dunia barat sana sangat gemar menulis, termasuk juga menulis tentang pengalaman mereka mempelajari suatu teknologi.

Saat ini situs populer yang berisi esai-esai menarik adalah Medium.com. Dengan menggunakan kata kunci “ruby on rails” saya bisa menemukan esai yang menarik mengenai proses seseorang belajar rails.

5. Buku Learn to Program

Buku ini membahas dasaaaar sekali pemrograman menggunakan Ruby. Yes! saya balik lagi ke Ruby untuk me-refresh otak saya.

Buku ini free untuk versi online. Tersedia di sini

Saya berpendapat buku ini sangat cocok digunakan untuk mereka yang belum pernah mengenal pemrograman sama sekali, agak membosankan jika sudah mengerti pemrograman. Dibandingkan dengan course ruby dari codecademy isi materinya lebih singkat.

Bersambung…

Perjalanan menguasai Rails kali ini saya harapkan akan berjalan dengan menawan karena saya sudah mengetahui apa yang harus saya lakukan beserta urutannya berkat seseorang yang telah terlebih dahulu belajar rails dan berbagi pengalamannya di medium. Tentu langkah yang saya ambil tidak akan persis 100% sama, akan ada modifikasi.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

7 thoughts on “Catatan #1 Belajar Ruby dan Ruby on Rails

        1. :sebelum => “nilai”
          :sebelum=> :nilai

          sesudah: “nilai”
          sesudah: :nilai

          Seperti itu beda penggunaannya Mas. Ketika symbol digunakan sebagai key di hash maka bisa digunakan : setelah sebagai ganti : sebelum dengan rocket =>

      1. mau ikut nimbrung mas, kira2 kenapa pake Ruby dan Ruby on rail bisa buat masa depan cerah ? *share donk

        buat tambah motivasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *