Beramal Baik Versi 2.0 ala Jaman Digital

Di jaman digital seperti ini, kecenderungan untuk mendigitalkan suatu sistem bisa dikatakan besar. Tata kelola perpustakaan misalnya, yang tadinya menggunakan cara analog yaitu dengan catatan di buku dan kertas kini bisa menggunakan sistem informasi digital berbasis komputer yang rapi dan enak dipakai. Yang lain? You name it, ada banyak lah ya.

Saking trend-nya digitalisasi ini sampai muncul anggapan belum modern kalau sistem belum bisa online atau belum menggunakan komputer. Bisa jadi ada programmer yang mengusulkan sistem manual yang sebenarnya tidak selalu harus didigitalkan diubah menjadi cara digital. Warteg misalnya, penjualnya di-speak buat pakai sistem komputer untuk stok bahan baku, pos dan crm buat pelanggan.

Poinnya adalah digitalisasi sudah, sedang dan akan terus trend. Oleh karena itu, saya ingin ngomong tentang beramal baik di era digital melalui tulisan ini.

Jaman sekarang dengan bantuan internet dan dunia digital, kita kalau mau berbuat baik itu gampang. Salah 2 dari 3 amal baik yang tidak terputus pahalanya adalah sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat.

Sedekah jariyah sekarang ini tinggal kirim dana lewat internet / sms banking ke lembaga atau yayasan penyalur sedekah seperti Sedekah Rombongan sudah kelar. Dari segi kita sudah sangat mudah, berapa menit sih waktu yang dibutuhkan untuk transfer? Keluar rumah enggak, keluar kantor juga enggak. Stay di tempat tapi uang sampai dan Insya Allah amal kita diterima.

Yang kedua soal ilmu yang bermanfaat. Tidak ada jaman yang lebih mudah bagi kita untuk menyampaikan informasi selain jaman sekarang. Oleh karenanya, gunakan kesempatan ini untuk berbagi ilmu yang bisa menjadi ladang amal bagi kita.

Programmer, nulislah blog. Bikinlah konten edukasi dalam bentuk apapun : artikel, ebook, video tutorial, apapun yang bisa menularkan pengetahuan bermanfaat yang kita punya kepada orang lain.

Berbagi ilmu itu juga kayak beramal jariyah. Ga perlu nunggu duitnya banyak baru beramal, ga perlu nunggu ilmunya banyak baru sharing.

Dengan membuat konten-konten yang saya sebutkan di atas. Ada kemungkinan besar konten yang kita buat bisa dimanfaatkan oleh ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu manusia yang lain. Coba hitung manfaatnya, seberapa besar impact-nya?

Programmer kan pemikirannya apa-apa baiknya dibuat digital, seperti yang di awal saya bilang soal usul sistem komputer untuk warteg. Kenapa tidak berpikiran juga untuk beramal melalui media digital?

Kalau jaman dulu kita mau sharing ilmu susah. Kalau lewat training kita mesti punya reputasi dulu. Di jaman digital, orang yang bukan siapa-siapa bisa menuliskan pikirannya untuk kemudian di-sharing lewat media-media tadi.

Oh ya, dan plis kalau nulis panjang-panjang jangan cuma di facebook. Di facebook itu kalau hype-nya sudah lewat akan hilang. Ga kayak di blog yang masih bisa dicari dengan mudah dan terarsip dengan rapi.

Ayo lah tulis artikel, bikin ebook, bikin screencast. Bagaimana kalau ke-3 hal itu masih berat? atau bagaimana kalau ilmu kita masih kurang jadi belum bisa sharing?

Ada opsi yang menurut saya paling gampang. Share lah info bermanfaat di sosial media. Share link ke ebook gratis yang legal (yang berbayar juga boleh), link ke video tutorial pemrograman, ke artikel yang nambah ilmu dan lain sebagainya yang saya rasa kamu harusnya tahu mana-mana informasi yang bermanfaat dan mana-mana informasi sampah yang tidak perlu di-share.

Yuk ah mumpung masih Ramadhan, gunakan kesempatan untuk beramal baik dengan maksimal 🙂

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *