Belum Jadi ke Jepang Lagi

Sepertinya boleh lah disimpulkan kalau penyebab paling umum kids jaman now suka dengan Jepang adalah karena manga, anime dan game-nya. Saya sedikit beda.

Tahun 2018 kemarin saya pergi ke Jepang dalam rangka RubyKaigi, conference untuk bahasa pemrograman Ruby di Jepang. Saya datang ke sana tanpa ekspektasi apa-apa dan tanpa excitement yang sangat tinggi layaknya penggemar Jepang yang akan pergi berkunjung ke negeri sakura ini.

Iya, saya pergi ke sana ga se-excited itu karena belum tahu apa-apa soal Ruby conference dalam skala internasional dan pada saat itu saya tidak punya ketertarikan khusus dengan budaya pop Jepang baik itu manga, anime mau pun game. Tapi, setelah menyicipi seperti apa atmosfer Jepang, seperti apa rasanya berkumpul di satu tempat bersama developer Ruby dari berbagai negara dan yang tidak boleh ketinggalan, menyaksikan sendiri toko yang isinya gunpla (gundam plastic) banyak banget saya jadi berapi-api kalau ngobrol soal pergi ke Jepang.

Ketertarikan saya dengan Jepang berarti karena 2 hal, Ruby dan Gundam/Gunpla. Sepulang dari sana hobi lama saya merakit gunpla kambuh lagi. Namun kali ini jauh lebih gila dari yang dulu karena sudah punya uang haha dan juga secara skill dan pengetahuan sudah meningkat. Kalau dulu ngerakitnya sembarangan, sekarang sudah agak lumayan, tidak noob banget.

Sebenarnya tahun 2019 ini saya rencana datang lagi ke RubyKaigi di kota Fukuoka. Saya sangat excited begitu di akhir RubyKaigi 2018 diumumkan bahwa tahun depan (2019) RubyKaigi akan diadakan di Fukuoka. Apa pasal? Saya punya 2 teman dari perusahaan lama di kota itu. Satu orang Jepang, satunya lagi orang Cina. Pasti seru kalau meetup sama mereka.

Rencana tinggal rencana. Saya sudah memutuskan untuk resign duluan jadi jelas tidak bisa pergi ke sana dengan duit kantor. Mau pergi pakai biaya sendiri rasanya masih sayang kalau ke Jepang tapi 3 hari dipakai buat datang ke conference, mending jalan-jalan di Tokyo dulu buat ziarah Gundam. Pergi pakai biaya sendiri tapi nyari temen ga ada yang mau. Solo traveling? let’s see.

Tadinya mau pergi bulan Juni nanti tapi setelah riset di sana justru musim panas dan suhu ga asik. Jauh-jauh ke Jepang tapi suhunya panas kayak di sini, lhah. Next best month itu bulan September katanya, tapi bulan segitu saya sudah jadi orang kantoran lagi mestinya, waktu ga bebas dan masa iya baru masuk beberapa bulan udah cuti buat jalan-jalan lol.

Terus kenapa ga bulan Mei? Bulan ramadhan euy dan terkesan tergesa-gesa. Lagian lagi masa funemployment jadi duit harus dimainkan dengan teliti hehe.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Seorang Software Engineer di BukaLapak, penulis buku, blogger, gunpla builder, tech educator.
Simak pemikiran saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *