Beli ipad di Tahun 2019

Saya pernah baca kalimat bagus di sosial media terkait keuangan. Kasusnya ada pada saat seseorang ingin membeli sesuatu. Kalimatnya adalah “uangnya sih ada tapi budget-nya ga ada”. Tanda-tanda kedewasaan salah satunya adalah bisa mengontrol keuangan. Hal ini berlaku juga untuk saya, tetapi agak ga berlaku (eksepsional) kalau uangnya digunakan untuk investasi ilmu pengetahuan hehe.

Saya paling ga mikir kalau beli buku, buku elektronik dan juga online course. Dan baru-baru ini pun demikian, namun yang saya beli kali ini cukup “berat” jadi saya harus ambil langkah ekstra dengan nyari info sana-sana sebelum beli barangnya.

Background Story

Yap. Yang saya beli adalah device dari perusahaan yang terkenal dengan harga mahalnya tapi jaminan mutu yang terjaga : bagus dan awet. Macbook Pro keluaran 2015 punya saya contohnya, sampai sekarang masih tangguh dipakai untuk kegiatan professional seperti programming, bikin video course dan kegiatan santai misalnya nonton Netflix. No complain.

Semua pasti ada alasannya, termasuk kenapa saya membeli ipad. Dimulai dari cerita singkat berikut. Tahun 2018 lalu saya berlangganan Safaribooks Online tapi selalu malas untuk belajar dari situ. Alasannya adalah karena baca di ponsel sangat tidak nyaman, sedangkan baca lewat Macbook Pro juga masih kurang nyaman. Sedangkan saya merasa butuh belajar banyak hal supaya skill selalu meningkat. Di situlah keinginan untuk beli android tab bermula. Ya pada awalnya saya berencana beli android tab tapi berujung dengan beli ipad hehe.

Cukup dengan satu alasan utama itu saya berhasil meyakinkan istri buat menyetujui rencana saya. Ditambah-tambah sih dengan bilang nanti buat nulis artikel di blog juga enak, juga bilang buat nonton Sky Castle di Netflix enak lho pakai tab. Approved.

Di keluarga kami kalau alasannya invest in knowledge ga akan ribet proses persetujuannya.

Riset

Pilihan pertama jatuh ke Xiaomi mipad4. Kenapa? Karena temen saya belum lama beli produk ini dan saya cukup nyaman dengan Xiaomi. Ponsel Xiaomi yang saya pakai, saya beli di tahun 2016 dan sampai sekarang masih oke.

Cek marketplace harganya cukupan. Terus ternyata ada 2 varian ukuran, 8” dan 10.1” dan juga ada yang mendukung kartu sim dan ada yang tidak. Okelah, rasanya kartu sim tidak butuh karena sebagai secondary device artinya saya bisa menggantungkan konektivitas internet dari ponsel via tethering. Tapi perbedaan harga antara sim dan non sim ga jauh, beda dengan ipad yang antara keduanya selisih bisa 2jutaan.

Perbedaan ukuran ini lah yang pada akhirnya membawa saya ke pengalaman menyenangkan riset barang sebelum membelinya. Karena cukup vital masalah ukuran ini, saya nanya ke beberapa temen soal pengalaman mereka menggunakan tablet. Semuanya secara yakin menyebutkan kalau ukuran 8” atau 7.9”(ipad mini) adalah ukuran yang terbaik untuk membaca. Ukuran 10.1”/10.5”/11” dibilang terlalu besar digenggaman tapi enak untuk nulis. Nah lho jadi bingung. Hmm oke pada suatu titik saya mantap untuk memilih ukuran 8”.

Selesai dong risetnya? Ternyata enggak. Dari obrolan dengan salah satu temen tersebut, dia menyarankan 2 produk, Samsung galaxy tab A 8” dan ipad mini 7.9”. Ipad kayaknya kemahalan deh jadi saya buka youtube buat nonton review galaxy tab A. Menarik juga dan desainnya juga apik. Singkat cerita walaupun punya pengalaman 2 hape Samsung rusak, saya memutuskan untuk memilih galaxy tab A alih-alih mipad 4.

Terus selesai risetnya? Enggak juga. Saya jadi kebayang-bayang omongan temen yang bilang kalau ipad mini adalah “the best device i’ve ever had“. Gak jarang saya denger pernyataan cukup bombastis seperti ini yang diutarakan pengguna produk Apple. Macbook Pro 2015 itu salah satu barang yang bisa saya banggakan seperti itu juga. Dari sini riset ipad dimulai. Andalan saya adalah youtube. Channel youtuber Indonesia atau pun mancanegara saya cek semua. Sampai bolak-balik. Sampai nemu perbandingan ipad mini 2019 7.9” vs ipad air 3 2019 10.5”.

Nah loh, bingung lagi sekarang haha dari yang tadinya mantap ukuran layar 7.9”/8”. Internet dan youtube kembali saya pakai buat nyari perbandingan keduanya. Di titik ini saya sudah mantap untuk pada akhirnya beli ipad! Diomelin istri karena niat awalnya mipad4, eh geser galaxy tab A, eh geser ke ipad!

Kenapa ipad air 2019

Sekarang pertarungannya berganti antara ipad mini 2019 melawan ipad air 2019. Ipad pro langsung saya singkirkan karena mahal buat saya dengan keperluan yang ga segitunya buat kerja.

Pertarungan antara keduanya sebenarnya pertarungan ukuran layar. Susah bagi saya untuk menentukan karena belum pernah pegang barangnya dan belum pernah punya juga yang namanya tablet. Idealnya saya perlu lihat dulu secara langsung keduanya, dipegang, dicoba dan diputuskan.

Mampirlah saya ke salah satu toko di Semarang. Sayangnya keduanya belum tersedia, untungnya bentuk mereka sama dengan pendahulunya. Ipad mini 5 sama dengan versi sebelumnya. Ipad air 3 agak sama dengan ipad pro 2017. Berbekal pengalaman nyobain ini saya putuskan untuk beli ipad air 3 2019. Lebih gede lebih puas hehe.

Secara harga lebih mahal ipad air selisih 1jutaan. No brainer lah milih yang ini.

Alasan lain saya pilih ipad air adalah karena desainnya yang masih lama, bezel cukup tebel(ga tebel2 amat sebenarnya), dan masih ada tombol home fisik. Beda jauh dengan ipad pro yang bezel tipis dan ga ada tombol. Saya belum pernah punya iphone atau ipad, jadi bagi saya yang namanya iphone atau ipad itu ya yang desainnya gitu, yang ada home button nya.

Pembelian

Di Semarang belum ada dan biasanya reseller resmi gitu lebih mahal selisih banyak, jadi beli online solusinya. Nanya temen dulu penjual mana yang recommended. Cukup alot juga proses belinya karena di online pun barangnya langka yang warna space grey. Nunggu lebih lama lagi saya tidak tahan. Yaudah warna silver deh, yang penting bukan yang gold hahaha, ga banget.

Setelah bayar, tiada hari tanpa ngecek status pengiriman udah sampai mana. Penjualnya lambat. Beli Senin malam, diproses Selasa, eh baru dikirimnya Kamis. Hari Sabtu langsung saya samperin J&T buat bilang kalau nomor resi ini nanti saya ambil sendiri aja. Menghindari muter-muter sprinternya, kan udah ga sabar. lol.

Pengalaman Sejauh Ini

Semua tujuan saya beli ipad terpuaskan di sini. Baca buku, baca artikel teknis di web, baca di safaribooks, video course, netflix, youtube semua sangat menyenangkan. Bahkan kepakai juga buat nulis artikel. Tulisan ini saya buat dengan menggunakan IA Writer di ipad, saya selesaikan dalam perjalanan naik kereta api dari Semarang ke Pekalongan.

Semua bisa dilakukan sambil duduk di atas sofa di pojokan ruang kerja sambil nyeruput teh di kala pagi dan sore hari. Ini sih yang paling favorit sejauh ini. Nyaman banget.

Baterai juga tahan lama. Ngecharge itungannya ga terlalu lama tapi ga bisa dibilang cepat juga, cukupan kata yang pas.

Worth The Price?

BANGET

Nyesel saya ga beli ipad dari dulu. The best device yang saya punya setelah macbook pro. Kalau emang udah kerasa butuh, beli aja saran saya, toh kalau ternyata ga kepakai bisa dijual dengan harga yang masih tinggi. Apple gitu lho.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *