Bahasa Pemrograman dan Jam Tangan : Tentang Hidup yang Kita Tidak Tahu

Saat kuliah saya berkenalan dengan beberapa bahasa pemrograman, ada C, PHP, C#, dan Java serta (sangat) sedikit Ruby. Pertama kali ngeh pemrograman komputer di saat berteman dengan C. Paham pemrograman web thanks to PHP. Mengerti OOP dengan berbagai macam intriknya berkat Java dan C#.

Momen aha OOP dapat pas paham GUI programming dengan C#.NET (aplikasi windows form). Saat itu baca buku ada operasi semacam textBox.text = "Isi teks" dan jadi paham yang namanya property dari suatu objek. Dari hal kecil ini terus lanjut ke encapsulation dan yang lain-lainnya.

Karena Java, saya jadi paham konsep penggunaan interface dan juga beberapa design pattern serta layering aplikasi seperti service layer dan data access layer. Intinya apa yang sudah saya dapat karena belajar C#, ditingkatkan lagi pada saat belajar Java.

Karena pada akhirnya saya merasa lebih mantap di Java maka pada saat itu saya putuskan menggunakan Java untuk mengerjakan proyek tugas akhir dan juga ketika lulus nanti akan menjadi Java programmer. Di sinilah tentang hidup yang kita tidak tahu dimulai.

Job pertama saya apa? Programmer
Teknologi yang dipakai? .NET (C#)
Padahal rencananya apa? Java
Sekarang? Ruby
Besok? Ga ada yang tahu

Ga nyambuuuuuuung

Sama seperti jaman dulu pertama gajian dan ngumpulin duit buat beli jam tangan
Yang diinginkan? Fossil
Yang beberapa tahun kemudian dibeli? Expedition
Yang sekarang dipakai? Alexandre Christie

Kenapa yang diinginkan dengan yang di kenyatannya beda?
Apakah saya kurang konsisten? bisa jadi, tapi di sini konsisten atau kaku ga penting juga, karena dengan fleksibel malah hidup ga tegang.

Kalau saya menilainya apa yang saya inginkan itu sebenarnya tidak penting-penting amat wujud riil-nya, yang penting konsep atau abstraksinya masih sama dan hidup ini menunjukkannya ke saya.

Bisa saja kamu juga seperti itu, apa yang diinginkan dengan besok kenyataannya bisa berbeda. Bukan karena kamu tidak mampu menggapainya tapi ntah bagaimana kejadiannya ketika di tengah jalan semuanya berubah dan kamu tetap merasa oke-oke saja dengan itu semua.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Seorang Software Engineer di BukaLapak, penulis buku, blogger, gunpla builder, tech educator.
Simak pemikiran saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *