Alat Pencari Uang yang Saya Pakai

Selalu menarik ngobrol dengan sesama programmer tentang alat/tools apa saja yang kita pakai untuk pekerjaan. Kenapa selalu menarik? Karena di setiap obrolan itu biasanya ada hal-hal baru nan bermanfaat yang bisa kita ambil. Contohnya adalah teman kita pakai tools X untuk kegiatan Y. Terus kita penasaran mencoba, dan ternyata memang membantu sekali. Pengalaman seperti ini saya alami saat menemukan Vim.

Di tulisan ini saya akan ceritakan alat-alat yang saya pakai. Karena bisa dibilang pekerjaan saya saat ini adalah 2, maka cerita saya pun dibagi 2. Cerita pertama terkait pekerjaan saya sebagai programmer dan cerita kedua terkait pekerjaan saya sebagai screencaster.

Programmer

Ruang Kerja

Super minimalis. Hanya laptop macbook pro + mouse + headset. Sebagai pelengkap biar tetap sehat, tersedia gelas kertas untuk minum air putih. Di siang hari saya banyakin minum air putih biar tetep waras. Bisa dilihat juga kalau ruang kerjanya open space. Jujur dari dalam hati saya benci ruang kerja macam ini. Berisik dan susah untuk konsentrasi.

Mesin

Macbook Pro early 2015 dengan prosesor 2,7 GHz Intel Core i5, ram 8GB dan kapasitas SSD sebesar 256GB. Saya beli ini akhir Oktober 3 tahun yang lalu di acara Indocomtech 2015 di Senayan, Jakarta. Ada sedikit cerita dibalik pembelian Macbook Pro ini, saya ceritakan di sini.

Karena cuma punya satu laptop dan untungnya Macbook Pro ini ga berat, jadi kalau main dan pengen ngerjain sesuatu di luar jadi ga masalah. Beberapa kali saya pergi ke kafe untuk nulis buku. Ya saat ini saya sedang nulis buku Ruby on Rails.

Ada rasa pengen ganti mesin ke seri Macbook Pro yang baru. Opini tidak populer : saya SUKA dengan keyboard butterfly yang ada di seri macbook baru (banyak orang yang ga suka). Tapi dipikir-pikir yang sekarang masih mampu jadi kenapa harus ganti? Ketambahan kata istri kalau beli yang baru berarti yang lama dijual, jangan dijual, banyak kenangannya hahaha.

Mouse wireless Dell, saya beli di 2014. Bagi saya mouse yang penting wireless dan merek jelas. Headset merek Xiomi seharga 300rban. Saya bukan penikmat musik yang hardcore, bahkan bagi telinga saya headset 300rban dengan headset atau headphone jutaan seperti tidak jauh bedanya.

Smartphone xiaomi redmi note 4.

Editor

Saya pakai Vim sebagai text editor utama. Banyak plugin yang saya pakai dan beberapa setting yang saya gunakan. Bisa diintip di sini settingnya.

Saking sukanya dengan Vim, saya nulis bukunya dan juga buat screencast-nya.

Kadang-kadang saya pakai VSCode kalau lagi pengen sesuatu yang beda. Hanya untuk ngoding ringan sih dan beberapa kali saya nge-screencast pakainya VSCode, contohnya di materi unit testing menggunakan RSpec.

Terminal

iTerm2 dong jelas kalau di Mac. Shell-nya bukan lagi pakai yang standar yaitu bash tapi saya pakai oh-my-zsh. Setting oh-my-zsh lupa dulu gimana sampai bisa muncul icon dan ada sudut lancipnya. Waktu itu pokoknya hasil baca-baca dokumentasi dan googling. Saya coba sampai berkali-kali baru bisa sampai tidak ingat, langkah mana yang benar-benar berhasil.

Saya juga pakai tools andalan yang namanya Tmux. Gunanya biar kita bisa buka banyak terminal tapi kelihatannya hanya satu saja yang dibuka. Nah bingung? Tenang, saya sudah buatkan screencast-nya di sini.

Komunikasi

Whatsapp dan fb buat menerima segala pertanyaan terkait online course Ruby on Rails. Telegram buat pekerjaan (YES, kamu tidak salah baca) dan juga grup khusus peserta online course Ruby on Rails yang berlaku selamanya, jadi online course sudah selesai, bisa tetep nanya dan diskusi. Twitter buat tahu update terkini soal IT di luar.

Musik

Headset sudah saya ceritakan tadi di atas, xiaomi 300rb-an. Soal musik yang saya dengarkan, saya jarang sekali mendengarkan musik. Apalagi pas ngoding, ga pernah sambil mendengarkan musik. Malah ga bisa konsentrasi. Jenis musik apapun asal bukan jazz.

By default saya suka musik rock. Pas dengerin musik kalau ga lewat spotify, lewat youtube.

Tools Lain

Sequel Pro (Database admin)
Google Chrome (Browsing)
Tunnelblick (VPN client)

Screencaster

Pada dasarnya butuh 3. Software perekam layar, laptop dan microphone. Gambar di bawah hanya pemanis.

Ruang Kerja

Saya masih kurang investasi untuk ruang kerja di rumah. Untuk merekam screencast, saya lakukan di tempat dan posisi sekenanya. Paling sering adalah dengan posisi tiduran, maklum ga ada meja dan kursi yang mumpuni.

Gambar di atas bukti saya merekam sambil tiduran di lantai. Lain waktu saya merekam sambil tiduran di kasur.

Laptop

Persis sama dengan yang saya jelaskan di bagian laptop yang saya pakai sebagai programmer.

Software

Urusan software saya menggunakan screenflow. Software ini adalah piranti lunak berbayar dengan investasi sebesar $99 pada waktu itu. Saat ini harganya sudah naik. Saya waktu itu beli pas diskon black friday sebesar 20%, lumayan. Kalau mau beli, saya sarankan untuk menunggu pas black friday karena dapat potongan 20% atau sabar sedikit lagi sampai akhir tahun akan dapat diskon 30%. Saya amati screenflow memberikan diskon pada waktu-waktu tersebut.

Kenapa saya pakai software ini? Sederhana saja, karena sudah proven. Banyak screencaster di luar sana yang pakai ini. Jadi awalnya memang ikut-ikutan saja. Makin ke sini baru diketahui kalau editing video menggunakan software ini sangat mudah dan mengasyikkan.

Di mac sebenarnya ada quicktime yang bisa kita pakai untuk merekam layar juga. Kalau kamu baru mau mulai coba-coba nge-screencast, bisa pakai itu.

Microphone

Nah yang ini perlengkapan perang yang paling banyak ditanyakan. Microphone yang saya gunakan mereknya Samson. Tipenya yang ini. Saya beli waktu itu 800rb-an. Sekarang harganya sudah 1.35jt, waow naik banyak banget.

Setahu saya ini mic Samson paling murah jadi jangan buru-buru mengatakan “wah harganya mahal ya” karena ada harga ada kualitas. So far puas dengan kualitasnya. Suara jernih mantep pol.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *