2016 : Mengetik 10 Jari dan Vim | 2017 : dvorak

Sempat berhenti tidak menghasilkan tulisan di blog ini selama 3 minggu disebabkan kesibukan akhir dan awal tahun yang dipenuhi kegiatan ngoding (http://bukalapak.com/bukareksa) dan urusan pribadi, kini saya bisa kembali rutin menulis lagi seminggu sekali. Betapa senangnya 😀

Awal tahun seringnya digunakan bagi beberapa orang untuk melihat balik apa yang sudah dilakukan tahun lalu. Apa yang dirasa kurang berarti perlu lebih diusahakan dan apa yang sudah tercapai dengan baik agar dipertahankan dan selalu berusaha untuk meningkatkannya.

Kita bicarakan yang berhasil-berhasil saja ya karena yang berhasil itu lebih enak untuk dibagikan dan atau dipamerkan haha.

Melihat apa yang dicapai di tahun 2016 kemarin saya wajib bersyukur kepada Allah sudah dilancarkan jalannya untuk mencapai banyak hal yang ingin saya capai. Dari bermacam-macam hal itu yang berkaitan dengan software development juga ada beberapa tapi jika harus memilih mana yang paling saya sukai maka saya ambil 2 pencapaian.

2 pencapaian ini sangatlah sederhana menurut saya tetapi memiliki efek yang besar dibandingkan dengan kesederhanaannya itu makanya saya jadikan keduanya pencapaian yang favorit di tahun 2016 dalam kategori software development. Kedua hal itu adalah

– Belajar mengetik 10 jari dan berhasil
– Belajar menggunakan Vim dan berhasil

Sederhana sekali kan?

Pekerjaan sehari-hari saya kan programmer, maka akan aneh rasanya kalau mengetik kode dengan cara yang asal-asalan. Padahal sudah diciptakan sistem mengetik menggunakan 10 jari yang mana sudah terbukti efektif. Akan semakin aneh kalau setiap hari kita mengetik tetapi tidak kunjung menyadari ada yang salah dengan cara mengetik kita.

Tapi memang tidak ada hukumnya orang harus menggunakan sistem 10 jari untuk mengetik jadi saya kembalikan ke masing-masing individu saja, tidak bisa juga saya memaksa haha seberapun sebenarnya nikmat sekali mengetik dengan 10 jari. Perasaan pribadi sih ingin mengenalkan dan memaksakan sistem 10 jari ini ke orang-orang yang pekerjaan sehari-harinya selalu mengetik.

Tempo hari saya mengirim paket ke agen JNE. Di sana petugas yang melayani cara mengetiknya kacau sekali, sangat lambat karena boro-boro menggunakan sistem 10 jari, sistem 6-8 jari pun tidak sampai, 2 jari! Coba kalau dia mau menginvestasikan waktunya barang satu minggu saja untuk belajar menggunakan sistem 10 jari, saya jamin pekerjaan dia dalam mengetik akan menjadi lebih produktif sehingga antrian pengirim tidak mengular.

Tunggu dulu, cuma seminggu untuk belajar mengetik 10 jari?

Yup. Kira-kira memang semingguan waktu yang saya habiskan untuk belajar mengetik dengan sistem 10 jari hingga akhirnya bisa lancar dan terasa sekali enaknya. Jauh deh pokoknya dibandingkan dengan cara mengetik saya yang lama. Seminggu ini saya rasa waktu yang cukup untuk belajar sistem 10 jari asal belajarnya memang intensif dan langsung dipraktikkan sambil kerja.

Waktu itu saya belajarnya menggunakan bantuan situs ini http://www.keybr.com/ kemudian saat mulai mendapatkan feel-nya saya langsung praktikkan di pekerjaan.

Saran dari saya coba luangkan waktu untuk belajar mengetik dengan 10 jari terutama jika pekerjaanmu setiap hari bersentuhan dengan keyboard. Jangan berkeras hati dengan mengatakan “ah tidak penting, saya sudah biasa ngetik setiap hari gak pakai itu lancar-lancar aja yang penting hasilnya“. Dicoba dulu bos baru komentar 😛

Yang kedua adalah belajar Vim. Yang ini lumayan perjuangan sih belajarnya. Saya pernah menulis 2 artikel tentang proses saya belajar vim di artikel-artikel ini

Dalam Proses Belajar Vim
Dalam Proses Belajar Vim, Bagian 2

Hasilnya juga sangat memuaskan. Pekerjaan saya kini menjadi efisien dalam mengedit kode karena sudah bisa menggunakan Vim. Maknyus pakai banget.

Kalau kamu mau belajar Vim, saya menulis buku tentang Vim dengan judul Vim untuk Semua. Silakan klik link barusan untuk mendapatkan info yang lengkap tentang buku itu. Ayo belajar Vim bareng saya 😀

2017 : dvorak

Sekarang kita bicara 2017 dalam hal yang tidak jauh dari sistem 10 jari dan vim. Dengan batasan topik itu maka yang terpikirkan oleh saya adalah layout keyboard dvorak.

Bagi yang belum tahu, sistem tata letak keyboard yang ada di setiap keyboard komputer dan laptop yang ada di pasaran yang selalu kita gunakan sehari-hari adalah sistem yang bernama qwerty. Nama ini diambil dari rangkaian huruf teratas paling kiri sistem ini yaitu huruf-huruf q, w, e, r, t, y.

dvorak adalah sistem tata letak juga tetapi letak huruf-hurufnya berbeda dengan qwerty. Silakan googling gambarnya supaya tahu susunan hurufnya bagaimana kalau di dvorak ini.

dvorak ini banyak yang bilang membuat proses mengetik kita menjadi lebih efisien dibandingkan jika menggunakan qwerty. Apakah betul?, ya dicoba saja belajar bos. Hal inilah yang ingin saya coba di tahun 2017 ini. Mudah-mudahan nanti Februari ini sudah fasih menggunakan dvorak ?

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *