Kalau Mau Jago Butuh Waktu Berapa Lama?

Semua orang pasti ingin jago tapi tidak semua orang mau berusaha. Salah satu contoh yang paling gampang itu bisa diukur dengan pertanyaan seperti ini. Berapa rupiah uang yang sudah kamu keluarkan supaya kamu bisa jago?. Uang buat beli buku, uang buat bayar video tutorial, uang untuk langganan kursus online dan lain sebagainya.

Itu baru usaha dari segi finansial, belum termasuk dari segi menyediakan waktu untuk belajar, fokus saat belajar, latihan dst dst dst. Kadang sudah punya ebook bajakan aja males bacanya 😛

Jadi kalau ada yang tanya saya “Mas biar jago atau master berapa lama waktu yang dibutuhkan?” atau “Mas udah pakai x berapa lama biar jadi master kaya Mas?”. Saya tidak bisa menjawab dengan memuaskan.

Satu, karena saya itu belum jago apalagi level master. Duh Gusti, asli, ga bohong saya, masih jaaauuuuh banget. Di tempat kerja itu kalau saya klasifikasikan diri sendiri ya, saya ada di golongan engineer yang paling bawah ilmunya dibandingkan rekan-rekan kerja saya yang lain 😀 Masih sangat butuh yang namanya belajar dan pengalaman serta bimbingan.

Kedua, saya tidak menemukan relevansi yang pasti antara lama waktu yang digunakan dengan tingkat kemahiran dan pengalaman. Apakah yang sudah ngoding 5 tahun sudah pasti lebih jago daripada yang ngoding 2 tahun?, belum tentu. Satu-satunya yang pasti adalah untuk bisa jago membutuhkan waktu yang lama tapi lamanya itu tidak jelas kapan.

Penulis terkenal Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers mengatakan bahwa kita memerlukan waktu sebanyak 10.000 jam dalam melakukan suatu kegiatan untuk bisa membuat kita menjadi ahli di bidang tersebut. Kali lain beberapa peneliti mengatakan butuh waktu 10 tahun. Artikel menarik masalah ini silahkan baca di Teach Yourself Programming in Ten Years

Masalah waktu ini sebenarnya bisa menipu juga. Bagaimana kalau pengalaman seseorang 5 tahun tetapi sebenarnya adalah pengalaman dan ilmu 1 tahun yang diulang-ulang selama 5 tahun?, artinya ilmu dan pengalamannya gitu-gitu aja tho?

Atau apakah waktu 5 tahun itu memang digunakan untuk benar-benar ngoding dan belajar?. Yang kerja kantoran pasti ngerti, berapa lama kita di kantor dan berapa lama sebenarnya waktu yang benar-benar kita gunakan untuk kegiatan produktif. Jadi bisa saja yang dimaksud dengan kerja 10.000 jam itu yang dihitung adalah waktu bersihnya.

Ngomong-ngomong saya jadi bisa menggunakan vim juga proses belajarnya berdarah-darah hahahaa. Kalau mau tahu bagaimana saya akhirnya bisa menggunakan vim bisa baca di sini

Dulu saat saya jaman-jaman awal ngoding, baca thread di kaskus, ada yang bilang “yang junior-junior itu sabar aja, 1 tahun juga nanti udah jago sendiri”. Mungkin dulu agak iya-iya aja tetapi kini saya mantep jawab WRONG.

Semua tergantung jenis pengalaman dan ilmu yang di dapat di perusahaan seperti apa dan kita di perusahaan itu ngapain aja. Tidak semua perusahaan diciptakan dengan sama. Ada yang kerjaannya gitu-gitu doang sehingga ilmunya juga gitu-gitu doang aja juga yang sebaliknya, penuh ilmu dan pengalaman.

Sebagai contoh menggunakan pengalaman pribadi. 1 tahun 9 bulan bekerja di tempat lama dibandingkan dengan bekerja pada 3 bulan awal di tempat baru ilmu yang saya dapat jauh lebih banyak di tempat yang baru. Kan jauh bukan main 1 tahun 9 bulan dibandingkan dengan 3 bulan dan lebih banyak yang 3 bulan.

Saya jadi ingat. Waktu itu ada seorang experienced programmer yang baru gabung di tim saya. Secara pengalaman dia sudah 1 tahun lebih kerja. Dengan nada biasa saja dia nanya ke Tim Lead “substring itu yang gimana sih?”

Satu lagi contoh. Temen nongkrong di kaskus sesama programmer yang mana dia punya usaha software consulting curhat seperti ini.

kok ngenes gini ya. Dapet lamaran pengalaman coding >5 tahun. pengalamannya codeigniter & shared hosting

setidaknya udah pernah megang framework yang pakai dependency management: e.g: symfony, lappel, zend.
Untuk IT tools, setidaknya udah pernah pakai VCS, Deployment tools, build process. bukan cuma sekedar shared hosting upload FTP

Nah.

Mungkin sekarang pertanyaan ganti jadi “Kalau begitu, cara belajar yang benar biar bisa jago gimana?”.

Ini nih yang susah. Kalau saya jujur belum ngerti cara yang pasti, belum bisa nemu polanya, saat ini masih nyari bagaimana cara belajar yang efektif. Kan dunia IT itu selalu berkembang jadi saya rasa menemukan cara belajar yang efektif itu penting. Belajar caranya gimana belajar yang efektif. Hmmm belajarception.

Beberapa kali saya nanya Mas-Mas, Om-Om, Bapak-Bapak yang jago-jago juga jawabannya belum bisa ditarik kesimpulan dengan memuaskan. Coba aja tanya kalau ga percaya hahaha.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *