Java : Testing Aplikasi Menggunakan JUnit

Software Engineering

Saat kita membangun sebuah sistem maka kita wajib untuk memastikan apakah sistem tersebut berperilaku dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Dalam dunia Software Engineering ada beberapa jenis pengujian yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa software memang benar-benar sesuai dengan requirements.

Pengujian yang paling gampang dan paling favorit dilakukan oleh mahasiswa dan pengembang yang belum mengetahui tekniknya adalah pengujian functional yang termasuk jenis pengujian black box.

Misalnya gini, kita coba login dengan dengan user dan password untk admin seharusnya kita bisa masuk ke sistem dan tersedia menu bagi admin sistem tersebut.
Kemudian kita masukkan user dan password untuk staff, maka seharusnya kita bisa login dan tidak semua menu tertampil, hanya menu dimana staff boleh mengaksesnya.
Intinya pengujian ini dilakukan kalau sistem sudah jadi dan tanpa melihat kode program yang berjalan dibelakangnya.

Pengujian yang paling pertama dan yang penting dilakukan adalah Unit Testing.
Pengujian ini memeriksa setiap method yang ada pada sebuah software.

Kali ini kita akan membahas tentang Unit Testing dengan contoh kasus yang sederhana dulu hehee
😀

Saya punya sebuah kelas Kalkulator seperti ini

Bagaimana cara mengetesnya?
Cara primitif yang dilakukan oleh pemula (termasuk saya hahaa) adalah dengan menggunakan kelas utama untuk merunning program kemudian memeriksa hasilnya secara manual.
Contohnya seperti ini

Kalau kode diatas dirunning maka hasilny adalah

Kok hasilnya 0 semua?
Itu karena method pada kalkulator kita memang salah hehee..
Terlepas dari hasil kalkulator yang salah
Apakah kalian merasa ada yang salah dengan pengujian itu?

Ada!
Salah!
Mengapa salah?
karena pengujian diatas tidak otomatis
kita harus mengecek satu persatu hasilnya, apakah 10 + 2 adalah benar-benar 12 atau justru malah yang lain
Nulis testing sudah capek ditambah harus melototin output testingnya 😛

Coba bayangkan kalau kita punya 100 method
dan setiap method mempunyai 3 pengujian, misal pembagian harus dicek nilainya apabila dibagi dengan 0 atau dibagi dengan bilangan negatif
berarti total ada 300 pengujian
sampeyan mau tuh melototin 300 baris pengujian seperti diatas untuk diteliti apakah benar atau tidak
hahaa.. capek banget pasti

Software engineer yang berwawasan luas, suka membaca buku, suka browsing soal software engineering akan menggunakan Automated Unit Testing salah satu toolnya adalah JUnit.
Dengan tools ini beberapa keuntungan yang didapatkan adalah :
1. Pengujian Cepat
2. Pengujian Otomatis
3. Pengujian dapat dieksekusi dengan sekali tekan
awesome huh?

Baiklah
Dengan menggunakan tools diatas maka pengujian secara profesional yang akan kita lakukan adalah seperti ini

Dengan teknik iki maka komputerlah yang akan memeriksa hasilnya apakah benar atau tidak.
Ketika kita jalankan testnya maka hasilnya adalah seperti ini

fail

JUnit tidak hanya memberi tahu ada hasil pengujian yang salah tetapi juka menunjukkan method apa yang salah dan apa kesalahannya.

Mari kita refactor kelas Kalkulator kita menjadi begini

Kemudian jalankan testnya lagi
Maka garis hijau yang kita dapatkan 😀

success

Cukup sampai disini terlebih dahulu artikelnya
Saya mau belajar tentang software testing lebih dalam
Sangat menarik
😀

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

3 thoughts on “Java : Testing Aplikasi Menggunakan JUnit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *