Here We Go(lang)

Sejak kapan tepatnya, saya lupa. Intinya saya ingin belajar bahasa pemrograman baru tapi yang ujung-ujungnya bukan untuk membuat aplikasi web. Kalau tujuannya untuk itu, membuat aplikasi web, saya sudah mengerti bahasa Ruby dan juga web framework-nya yang bernama Ruby on Rails, meskipun Ruby itu sendiri juga bisa buat yang lain gak hanya terbatas untuk web.

Merasa bosan dan tidak ada nilai tambah menurut saya kalau lagi-lagi belajarnya untuk membuat web yang didominasi crud dan sebangsanya itu. Kondisi saya saat ini adalah sedang butuhnya belajar yang tentang arsitektur yang njlimet-njlimet itu misal bagimana membuat sistem yang bisa diajak untuk scaling, bagaimana caranya melakukan scaling itu sendiri, tentang messaging, tentang reactive design, concurrency, microservice dan juga tentang desain object oriented yang bener. Sebut aja semua yang istilahnya terdengar keren dan membingungkan. Bila perlu, termasuk juga di dalamnya tentang membuat compiler atau interpreter sendiri.

Itu juga kenapa akhirnya saat ini saya masih berhenti untuk lanjut belajar ReactJs karena di samping ia masih di ranah web juga, ia termasuk di bagian front-end sedangkan saya ini fokus di backend. Nilai plus kalau saya bisa, tapi kalau ga bisa juga gak apa-apa hahaha alasan.

Bukan membatas diri tapi realistis saja. Berapa banyak teknologi keren yang ada? Sanggup menguasai semuanya? Serius, dari ilmu backend masih banyak yang harus dikejar, yang saya sebutkan di atas itu hanya cuplikan, padahal paham hal-hal di atas itu tadi ga gampang juga 😅

Pilihannya ada di antara 3 bahasa : Python, Elixir dan Go.

Python saya lihat excellent buat dipakai di hal-hal yang berbau data dan machine learning. Menarik sih tapi roadmap saya tidak ke arah sana jadinya bahasa ini saya singkirkan.

Elixir saya baca-baca performanya bagus dan komunitasnya dekat dengan Ruby. Sebagai seorang Rubyist belajar Elixir adalah hal yang sangat wajar karena kedekatan komunitasnya itu. Untuk penggunaan yang cocok buat apa saya belum tahu karena belum belajar dan belum baca-baca dengan lebih dalam juga tapi bahasa ini pun saya singkirkan dengan pertimbangan sepi peminat di Indonesia.

Dan barang tentu yang terakhirlah yang saya pilih, Go. Alasannya?

Satu, di tempat saya Go sudah dipakai untuk servis-servis kecil (hal yang menarik!). Dua, di Indonesia sudah cukup ramai penggunanya, toko sebelah dikabarkan pakai Go juga. Tiga, mendukung tujuan saya untuk belajar bahasa pemrograman yang ujung-ujungnya bukan lagi web web dan web 😆

Docker itu dibuatnya pakai Go. Kemudian ada buku yang membahas tentang cara membuat interpreter menggunakan bahasa Go. Kemudian juga Go digunakan buat microservice. Terdengar lumayan sejalan dengan hal-hal yang ingin saya pelajari yang saya sebutkan di atas tadi kan?

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *