Dalam Proses Belajar Vim : Bagian 3

Orang selalu bilang, kalau kamu masuk di dunia IT berarti kamu harus sudah siap dengan konsekuensi yang menempel pada setiap nyawa yang menempuh jalur hidup sebagai pendekar IT yaitu belajar sepanjang hayat. Perkakas yang sudah kita gunakan setiap hari dalam kerja pun selalu masih saja ada bagian yang kita belum tahu, apalagi dengan hadirnya berbagai macam teknologi baru yang datang, terutama 2 tahun belakangan ini teknologi yang berakhiran JS, AngularJS; RectJS; WtfJs hahaha.

Kalau saya sendiri saat ini sedang belajar lagi tentang Vim, perkakas yang saya gunakan sehari-hari untuk ngoding Ruby.

Setelah menceritakan pengalaman saya dalam berproses belajar Vim melalui artikel- artikel di bawah ini,

Dalam Proses Belajar Vim : Bagian 1
Dalam Proses Belajar Vim : Bagian 2

saya sudah terbiasa dan boleh dikatakan sudah lancar dan mumpuni dalam menggunakan Vim sehingga rasanya tidak ada lagi yang perlu dipelajari lagi dari perkakas ini.

Tapi ya itu, pasti selalu ada hal-hal menarik yang belum kita ketahui dari alat yang sudah kita pakai setiap harinya.

Selain karena premis di atas ada satu hal lain yang membuat saya berpikiran untuk belajar Vim lebih lanjut, yaitu feeling yang mengatakan “Masa Vim segini doang? Dipuja-puja oleh developer dari dunia sedunia masa cuma segini keasyikkannya?.

Gabungan keduanyalah yang akhirnya mendorong saya untuk memutuskan yuk belajar Vim lebih dalam, belajar Vim sampai tingkat jedi 😎

Saya termasuk tipe orang yang sangat suka membaca buku oleh karenanya jika ada buku yang tersedia tentang topik yang ingin saya pelajari maka sudah pasti buku adalah bentuk penyampaian informasi yang akan saya habisi terlebih dahulu dibandingkan media yang lain, apalagi media artikel yang random.

Untungnya ada satu buku yang memang ditujukan bagi mereka yang sudah ngerti dan terbiasa menggunakan Vim dan ingin memahami Vim lebih dalam lagi sampai jeroannya. Buku itu berjudul “Practical Vim : Edit Text at The Speed of Thought”. Buku ini penerbitnya adalah Pragmatic Programmer, tidak ada keraguan sama sekali dengan mutu buku-bukunya.

Untuk proses belajar Vim kali ini saya lakukan dengan agak santai karena prioritasnya tidak lebih tinggi daripada target saya belajar Elasticsearch. Saat ini saya sedang belajar Elasticsearch, jadi belajarnya paralel dengan memperdalam Vim ini. Untuk Elasticsearch suatu saat akan saya share juga tentang proses belajarnya dan juga pembahasan tentang apa sih Elasticsearch itu.

Oh iya selain buku ini, buku tentang Vim yang saya tulis, Vim untuk Semua, juga termasuk salah satu buku yang saya gunakan untuk belajar vim dengan lebih dalam.

Bagaimana bisa?

Saat kita menulis untuk membagikan ilmu ke orang lain, kita harus benar-benar paham tentang apa yang kita sampaikan, oleh karenanya secara tidak langsung dengan menulis buku ini saya juga belajar lagi Vim dengan lebih detail. Contohnya dulu ada teknik dasar tentang pengaturan window yang saya tadinya tidak tahu tapi menjadi tahu setelah menulis buku ini. Termasuk juga di dalamnya tentang pengaturan tab dan indent yang tadinya saya lakukan asal jadi sekarang tahu bagaimana pengaturan itu pekerja.

Facebook Comments
 

Agung Setiawan

Agung Setiawan adalah software engineer di BukaLapak.com, penulis sekaligus pecinta sastra, dan pembaca buku

 
Halo, perkenalkan saya Agung Setiawan.
Saya Software Engineer di BukaLapak.
Simak pemikian saya soal dunia Software Engineering via Twitter di @agungsetiawanmu dan facebook
Blog ini saya update seminggu sekali jadi sering-sering saja mampir
Mau belajar Vim bareng saya?
Belajar ngoding dari nol menggunakan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *